Jangan Berikan Madu pada Si Kecil

View previous topic View next topic Go down

Jangan Berikan Madu pada Si Kecil

Post  mama_faiz on Mon May 25, 2009 12:59 pm

Jangan berikan madu pada bayi, terutama di bawah umur 2 tahun, kerana dapat menyebabkan Botulisme.

DEFINISI
Botulisme adalah suatu keadaan yang jarang terjadi dan boleh mengakibatkan fatal, yang disebabkan oleh keracunan toksin (racun) yang disebabkan oleh Clostridium botulinum.

Toksin ini adalah racun yang sangat kuat dan dapat menyebabkan kerosakan saraf dan otot yang berat. Kerana menyebabkan kerosakan berat pada saraf, maka racun ini disebut neurotoksin.

Terdapat 3 jenis botulisme:
- Foodborne botulism, merupakan akibat dari mencerna makanan yang tercemar
- Wound botulism, disebabkan oleh luka yang tercemar
- Infant botulism, terjadi pada anak-anak, kerana mencerna makanan yang tercemar.

PENYEBAB

Bakteri Clostridium botulinum memiliki bentuk spora. Spora ini dapat bertahan dalam keadaan dorman (tidur) selama beberapa tahun dan tahan tehadap kerosakan.
Jika lingkungan di sekitarnya lembab, terdapat cukup makanan dan tidak ada oksigen, spora akan mulai tumbuh dan menghasilkan toksin. Beberapa toksin yang dihasilkan Clostridium botulinum memiliki kadar protein yang tinggi, yang tahan terhadap penghakisan / kerosakan oleh enzim pelindung usus.

Jika makan makanan yang tercemar, racun masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, menyebabkan foodborne botulism. Sumber utama dari botulisme ini adalah makanan kolagen.Sayuran, ikan, buah dan rempah-rempah juga merupakan sumber penyakit ini. Demikian juga halnya dengan daging, produk susu, daging babi dan unggas.

Wound botulism terjadi jika luka dijangkiti oleh Clostridium botulinum.
Di dalam luka ini, bakteria menghasilkan toksin yang kemudian diserap masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya menimbulkan gejala.

Infant botulism sering terjadi pada bayi berumur 2-3 bulan. Berbeza dengan foodborne botulism, infant botulism tidak disebabkan kerana menelan racun yang sudah terbentuk sebelumnya. Botulisme ini disebabkan kerana makan makanan yang mengandung spora, yang kemudian tumbuh dalam usus bayi dan menghasilkan racun. Penyebabnya tidak diketahui, tapi beberapa kes berhubungan dengan pemberian madu.

Clostridium botulinum banyak ditemukan di lingkungan dan banyak kes yang merupakan akibat dari terhisapnya sejumlah kecil debu atau tanah.

GEJALA
Gejalanya terjadi tiba-tiba, biasanya 18-36 jam setelah toksin masuk, tapi dapat terjadi 4 jam atau paling lambat 8 hari setelah toksin masuk. Makin banyak toksin yang masuk, makin cepat seseorang akan sakit. Pada umumnya, seseorang yang menjadi sakit dalam 24 jam setelah makan makanan yang tercemar, akan mengalami penyakit yang sangat parah.
Gejala pertama biasanya berupa mulut kering, penglihatan berganda, penurunan kelopak mata dan ketidakmampuan untuk melihat secara fokus terhadap objek yang dekat.
Refleks pupil berkurang atau tidak ada sama sekali.

Pada beberapa mangsa, gejala awalnya adalah mual, muntah, sakit perut dan diarea.
Pada penghidap lainnya gejala-gejala saluran pencernaan ini tidak muncul, terutama pada penderita wound botulism. Penderita mengalami kesulitan untuk berbicara dan menelan. Kesulitan menelan dapat menyebabkan terhirupnya makanan ke dalam saluran pernafasan dan menimbulkan pneumonia aspirasi.

Otot lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan akan menjadi lemah. Kegagalan saraf utama akan mempengaruhi kekuatan otot.

Pada 2/3 penderita infant botulism, konstipasi (sembelit) merupakan gejala awal. Kemudian terjadi kelumpuhan pada saraf dan otot, yang dimulai dari wajah dan kepala, akhirnya sampai ke lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan.

Kerosakan saraf boleh hanya mengenai satu sisi tubuh. Masalah yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kelesuan yang ringan dan kesulitan menelan, sampai pada kehilangan ketegangan otot yang berat dan gangguan pernafasan.

Cara Mengubati
Penderita botulisme harus segera dibawa ke klinik atau hospital. Diagnosis akan segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis.

Untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan:
- perangsangan muntah
- pengosongan lambung melalui lavase lambung
- pemberian obat pencahar untuk mempercepat pengeluaran isi usus.

Bahaya terbesar dari botulisme ini adalah masalah pernafasan. Tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu) harus diukur secara rutin.
Jika gangguan pernafasan mulai terjadi, mangsa akan dibawa ke ruang intensif dan disuruh menggunakan alat bantu pernafasan. Perawatan intensif telah mengurangkan angka kematian karena botulisme, dari 90% pada awal tahun 1900 sekarang menjadi 10%.
Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui infus.

Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerosakan, tetapi dapat memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang lebih lanjut, sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa bulan.
Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72 jam setelah terjadinya gejala.
Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi, karena jangkitan nya pada infant botulism masih belum terbukti.

PENCEGAHAN
Penting untuk memanaskan makanan sebelum disajikan.
Anak-anak dibawah 1 tahun sebaiknya jangan diberi madu kerana mungkin ada spora di dalamnya.

Toksin yang masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui saluran pencernaan, udara mahupun penyerapan melalui mata atau luka di kulit, boleh menyebabkan penyakit yang serius. Oleh itu, makanan yang mungkin sudah tercemar, sebaiknya segera dibuang.

mama_faiz
Admin

Posts : 44
Join date : 2009-05-20

View user profile http://mummies.heavenforum.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum